HI GUYS !!!

WELCOME TO MY BLOG !!!

Rabu, 29 September 2010

Economics Study Case X-002-001

When people want to consume something, there must be someone who produces it. For example, we have a meal with rice that has been produced by farmers. Now, if we observe, we will notice that many rice fields are converted into company, office, factory or house. Actually the amount of foodstuff which is needed by people should also be increased in line with the increase of population, but the area of rice fields keeps decreasing instead.

Please indentify the causes and future effects this problem? And Can you contribute some solutions? Make your argument !

Selasa, 07 September 2010

Malaysia yang makin merajalela

Hubungan RI dan Malaysia beberapa kali mengalami masalah. Banyak masyarakat merasa gerah dan emosi pada Malaysia. Tapi apakah anda tahu maraknya bisnis milik Malaysia di Indonesia?
Saat ini, paling tidak tercatat sudah ada 100 perusahaan milik Malaysia di Indonesia. Para investor dari negeri jiran itu merambah dari sektor perkebunan, perbankan, asuransi, telekomunikasi, migas, otomotif, penerbangan, properti hingga pendidikan.
Di sektor perbankan, Malaysia memiliki BII, CIMB Niaga (gabungan LippoBank dan Bank Niaga)dan Bank Bumiputera yang dimiliki secara mayoritas share melalui Malayan Banking Berhad (Maybank) dan Khazanah Nasional Berhad. Di bidang telekomunikasi mereka menguasai saham mayoritas XL dan Axis. Di sektor penerbangan setidaknya ada 3 perusahaan yang eksis di Indonesia, yaitu Firefly Airlines, MAS dan AirAsia. Di bidang perhotelan mereka masuk melalui grup Tunes Hotel yang membangun hotel mulai dari Bali dan merambah ke kota besar lainnya di Indoensia. Di sektor properti, Metro Ikram, Shd, Bhd menggandeng Perumnas telah membangun perumahan di wilayah Rawalumbu Bekasi, Parungpanjang Bogor dan Jatiwarna Bekasi. Dalam waktu dekan produk Proton yang mulai masuk RI malah berencana membangun pabrik otomotif di sini.
Sektor lain yang diminati adalah bidang infrastruktur. Melalui PT. Lintas Marga Sedaya dan PT. Nusacipta Pratama yang sebagian besar saham dimiliki PLUS Expessway , Bhd telah memegang konsensi tol Cikampek -Palimanan  dan Cikarang-Tanjungpriok. Sektor perkebunan adalah sektor yang paling mereka gandrungi. Lebih dari 2,5 juta hektar lahan sawit di Indonesia telah dikuasai dan dikeklola perusahaan milik Malaysia memalui Kuala Lumpur Kepong Bhd, PBB Oil Palm Bhd, Fima Corporation, Agro Hope Bhd, Gonden Hope Plant, Bhd, dll
Sementara di  bidang asuransi PT. Syarikat Tafakul Indonesia telah melayani masyarakat kita sejak tahun 1994. Di sektor kesehatan setidaknya ada beberapa Rumah sakit milik Malaysia, antara lain; RS. Selasih, RS Medika Permata Hijau, RS Medika Bumi Serping Damai yang dioperasikan oleh KPJ Healthcare Berhad.Di bisang pendidikan ada Inti College dan Universitas Islam Antarbangsa. Sedangkan di bidang migas ada Petronas yang telah  masuk, bahkan mulai membuka banyak SPBU di Indonesia.

Kira-kira mengapa ya perusahaan mereka mau begitu aktif ekspansi ke Indonesia? dan bagaimana mereka bisa mampu aktif berinventasi ke luar negri? Any argument?