HI GUYS !!!

WELCOME TO MY BLOG !!!

Selasa, 17 Agustus 2010

Berwirausaha? mengapa tidak?? (Mari menjadi Entrepreneur)

Menurut survey Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), angka pengangguran pada 2009 diproyeksikan naik menjadi 9% dari angka pengangguran 2008 sebesar 8,5%. Kenaikan angka pengangguran ini disebabkan semakin merosotnya sumbangan sektor tradable dari 34,9% pada kuartal II 2007 kemudian turun menjadi 26,6% pada kuartal II 2008, dan mengutip data BPS 2004-2008, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai sekitar 9,43 juta. Angka yang tak patut untuk dibanggakan. Memang benar apa yang diproyeksikan oleh LIPI tersebut, karena kenyataanya memang benar-benar pengangguran itu dirasakan masyarakat. Minimnya lapangan pekerjaan di berbagai sektor, Tingginya Pemutusan Hubungan Kerja, Sumber Daya Manusia yang kurang mumpuni, dan berbagai permasalahan yang banyak dihadapi oleh sektor tenaga kerja di negri ini.

Melihat kondisi tersebut, Kewirausahaan mungkin adalah solusi tepat untuk mengurangi angka pengangguran yang semakin tinggi yang menjadi bahaya terhadap tingkat perekonomian perekonomian suatu Negara.
Enterpreneurship atau Kewirausahaan adalah tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif. Banyak berbagai class, workshop, bahkan seminar tentang kewirausahaan yang dapat membekali diri kita dengan jiwa tersebut. Enterprneurship bukanlah suatu faktor keturunan yang diwariskan, melainkan jiwa entrepreneur bisa tumbuh dalam diri siapa saja, Mau tahu 10 Ciri Kepribadian Jiwa Enterpreneur yang saya dapat dari contekan dari temen saya , 10 ciri itu adalah; percaya diri, mau ambil resiko, tanggung jawab, mampu berkomunikasi baik/menjual, membuat orang percaya, mampu menangani situasi krisis, kreatif, suka dengan apa yang kita lakukan, luwes, dan mau belajar.

Mungkin secara praktis, siswa dapat belajar berwirausaha dengan berpatungan modal dengan teman, ortu atau saudara untuk membuka usaha kecil-kecilan (ex. waffel, hiasan, kartu ucapan, bando, paket makanan untuk hari besar, etc.) belajar jadi distributor produk temen, belajar memasarkan produk MLM, atau beli hak usaha franchise yang saat ini lagi marak??

Mungkin diantara kita punya jiwa tersebut dan ingin menjadi enterprneur handal??  Bersiaplah dan ayo mencoba!!!

Minggu, 15 Agustus 2010

Cost of Good Sold for Merchandising Company

Cost of Goods Sold, or COGS, is the amount a merchandising company paid for the goods sold during a given period. It's important to know that this is not price at which the goods were sold but the price at which they were purchased and the direct cost associated with bringing them to the salesroom and completing the sale. COGS is used in both reporting and analyzing sales of companies of all sizes; it is an important part of the general ledger and also calculating important things such as the break-even point, or the point where the company will have made a net profit of $0.

Beginning Inventory                                             xxx
Add : Cost of Good Purchased                            

Purchase                                             xx
(-) Purchase Return and Allowance      (x)
(-) Purchase Discount                          (x)
Net Purchase                                            xx
(+) Freight in                                                     xx

= Cost of Good Available for Sale                           xxx

Less : Ending Inventory                                         xxx

= Cost of Good Sold                                              xx

Any comment? 
kira-kira Freight term-nya apa ya, yang menambah komponen net purchase di atas?

Rabu, 11 Agustus 2010

Economics Case Study X-001

Economics Case Study X-001

Tahun 2008, rakyat Indonesia yang sudah susah makin susah akibat kenaikan harga beras dan minyak goreng, dua jenis komoditas yang merupakan kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Ketika harga beras melambung hingga mencapai Rp 7.000, Pemerintah mengantisipasinya dengan menggelas operasi pasar (OP) beras. Ratusan ribu ton beras didatangkan dari Taiwan dengan alasan stok beras dalam negeri terbatas. Kenyataannya OP beras gagal membendung kenaikan harga beras. Bahkan dalam kegiatan OP beras muncul joki-joki bayaran dari pedagang beras besar yang memborong beras OP untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar yang mencekik rakyat. Alhasil, mekanisme OP gagal mengurangi beban rakyat.

Kemudian Pemerintah mengajukan wacana akan menaikkan pajak ekspor CPO (Crude Palm Oil) dari 1,5% menjadi 6,4%. Maksudnya supaya para pengusaha CPO menjual produknya ke pasar dalam negeri supaya harga minyak goreng turun. Rencana itu langsung diprotes, bukan saja oleh pedagang CPO tetapi juga oleh petani kelapa sawit. Para pengusaha CPO yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GPKSI) menilai, kenaikan itu akan menambah beban pengusaha dan petani yang berimbas pada kerugian mencapai Rp 296 Miliar. Bahkan sejumlah pengamat berpendapat menaikkan pajak ekspor CPO bukan solusi karena toh CPO bukan hanya untuk dibuat minyak goreng tetapi juga untuk produk-produk lain.

Fakta ini merupakan ironi bangsa ini. Bagaimana negara agraris bisa kesulitan mengontrol harga beras yang terus naik? Bagaimana juga bisa dijelaskan , dengan jumlah produksi nasional 16 juta ton CPO per tahun dan kebutuhan dalam negeri hanya 4 juta ton setahun, rakyat  kita bisa kekurangan stok minyak goreng hingga harga melambung mencapai Rp 12.000. Meski Pemerintah telah mewajibkan tiap pengusaha CPO untuk mendistribusikan produknya ke dalam negeri, namun mereka tetap memilih mengekspornya ketimbang untuk memenuhi kewajibannya di dalam negeri.
Note: Palm oil is an edible plant oil derived from the fruit and kernels (seeds) of the oil palm.

1. Menurut anda, mengapa harga beras dan minyak goreng memiliki kecenderungan terus naik?
2. Menurut anda, mengapa harga beras dan minyak goreng sulit dikontrol Pemerintah?
3. Apakah kejadian di atas berhubungan dengan sistem ekonomi yang kita anut? Jelaskan argumentasi anda! 

Senin, 09 Agustus 2010

Mata Uang di dunia

Mata uang yang sama bukan berarti memiliki mata uang yang sama, namun hanya namanya saja yang sama, sedangkan secara fisik berbeda. Contohnya seperti Dollar yang memiliki banyak jenis seperti dollar amerika, dollar singapura, dollar zimbabwe dan lain sebagainya.

Afghanistan : Afgani
Afrika Selatan : Rand
Afrika Tengah : Franc
Albania : Lek
Aliazair : Dinar
Amerika Serikat : Dollar
Angola : Kwanza
Argentina : Peso
Australia : Dollar
Austria : Shilling
Bangladesh : Taha
Belanda : Gulden
Belgia : Franc
Bolivia : Boliviarnus
Brazil : Cruzeiro
Brunei Darussalam : Dollar
Bulgaria : Lev
Canada : Dollar
Cekoslovakia : Koruna
Ceylon : Rupee
Chad : Franc
Chili : Peso
Cina : Yuan
Denmark : Krone
Dominika : Peso
EI Salvador : Kolon
Emirat Arab : Dirham
Equador : Sucrve
Ethiopia : Birr
Filipina : Peso
Finlandia : Markka
Ghana : Cedi
Guatemala : Queizal
Haiti : Courde
Honduras : Lempira
Hongaria : Forint
Hongkong : Dollar
India : Rupee
Indonesia : Rupiah
Inggris : Pound Sterling
Irak : Dinar
Iran : Real
Irlandia : Pound
Islandia : Krona
Italia : Lire
Jamaika : Dollar
Jepang : Yen
Jerman : Deutsche Mark
Kamboja : Riel
Kamerun : Franc
Kenya : Shilling
Kolumbia : Peso
Kongo : Franc
Korea Selatan. : Won
Korea utara : Won
Kuba : Peso
Kuwait : Dinar
Laos : New Kip
Libanon : Pound
Liberia : Dollar
Libia : Dinar
Luxemburg : Franc
Malaysia : Ringgit
Malvinas : Pound
Maroko : Dirham
Meksiko : Peso
Mesir : Pound
Monako : Franc
Mongolia : Tugrik
Mozambik : Escudo
Muangthai : Bath
Myanmar : Kyat
Namibia : Rand
Nepal : Rupee
New Zealand : Dollar
Nicaragua : Kordoba
Nigeria : Naira
Norwegia : Kroon
Oman : Rial
Pakistan : Rupee
Panama : Balboa
Papua Nugini : Kina
Paraguay : Guarani
Perancis : Franc
Peru : Sole
Polandia : Zloty
Portugal : Escudo
Qatar : Riyal
Rumania : Leu
Rusia : Rubel / Ruble / Rouble
Saudia Arabia : Riyal
Senegal : Franc
Singapura : Dollar
Siprus : Pound
Spanyol : Peseta
Srilanka : Rupee
Sudan : Pound
Suriah : Pound
Suriname : Guilder
Swedia : Kroon
Swiss : Franc
Syria : Pound
Taiwan : Dollar
Tanzania : Shilling
Thailand : Baht
Tunisia : Dinar
Turki : Lira
Uganda : Shilling
Uruguay : Peso
Vatikan : Lira
Venezuela : Bolivar
Vietnam : Dong
Yaman : Imani
Yordania : Dinar
Yugoslavia : Dinar
Yunani : Drachma
Zaire : Zaire
Zambia : Kwacha
Zimbabwe : Dollar

Indonesia menuju ACFTA, siap ngga ya?

ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) adalah salah satu dampak globalisasi di dunia ini. 
Bagi kita, penerapan ACFTA dapat dilihat segi positif dan negatifnya. 
Segi positifnya antara lain: pertama, masyarakat mendapatkan lebih banyak opsi/pilihan produk dan layanan. mereka dapat menikmati berbagai jenis barang dengan kualitas dan harga yang bersaing. Kedua, masyarakat mempunyai lebih banyak referensi jenis barang dan jasa dari lebih banyak produsen. Ketiga, kesempatan ekstensifikasi pasar, pemerintah maupun swasta dapat meningkatkan kegiatan dan volume perdagangan dalam negeri dan luar negeri. Keempat, mobilitas barang dan jasa serta manusia lebih bergairah sehingga mendorong peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur. Kelima, jasa transportasi dan komunikasi akan berkembang pesat, dan banyak opportunity lainnya. 
Segi negatifnya antara lain: pertama, produksi dalam negeri mendapat persaingan yang semakin ketat. Kedua, merupakan ancaman bagi pelaku ekonomi dan bisnis domestik yang tidak efisien. Ketiga, ada kecenderungan beralihnya pelaku ekonomi produktif (memproduksi barang) ke usaha perdagangan (tengkulak). Keempat, peningkatan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) karena alasan efisiensi, dan sebagainya.
Kita bisa belajar dari masyarakat ekonomi Eropa (MEE) dimana mereka telah memiliki kekuatan luar biasa setelah terbentuknya pasar tunggal Eropa, mata uang tunggal, pembebasan tarif, dan keuntungan lainnya. Berarti untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat kawasan Asia, salah satu bisa dimulai dengan ACFTA ini. Namun, sudah barang tentu masih banyak agenda untuk menuju ke kondisi seperti MEE tersebut. Berbagai kendala dalam hal ini akan tercermin dari banyaknya perbedaan antarnegara terutama ideologi, sistem politik, ekonomi, budaya, sosial, pertahanan dan keamanan. (Dr. Didik Susetyo, M.Si)


Beberapa sektor industri yang kena dampak, terutama industri-industri muda (infant industries) yang masih membutuhkan perlindungan, industri yang beroperasi tidak efisien, dan beberapa industri substitusi impor yang sangat dibutuhkan untuk proses produksi berikutnya. Menyimak beberapa industri yang akan tergilas tersebut di atas tentu beberapa komoditas yang berpotensi bakal tergilas antara lain beberapa hasil agro industri setengah jadi , tekstil, semen, elektronika, kimia, obat-obatan, dan lainnya. Sebenarnya masih banyak lagi kekhawatiran komoditi-komoditi Indonesia bakan tergilas oleh produk-produk China dan Negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini tak dapat kita tampik melihatnya banyaknya jenis dan kuantitas produk China yang telah membanjiri pasar Indonesia akhir-akhir ini. Ironisnya lagi, seluruh barang impor China tersebut ditawarkan dengan harga yang sangat murah, bahkan lebih murah dari harga produk dalam negeri yang notabenenya tidak diatribusi biaya angkut dan pajak seperti halnya produk China tadi. 
Sistem mass production serta perlindungan pemerintah terhadap pertanian dan industri di negeri China sana mungkin adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan produk mereka. Namun kekuatan, kreativitas, daya tahan / surviving power, perekonomian serta  struktur industri Indonesia akan teruji dalam implementasi ACFTA ini. 
Bagaimanapun kita harus berani berkompetisi. Ayo semangat!! Any comment? karena topik ini cukup menarik untuk didiskusikan, demi pengembangan kita bersama tentu saja.

Minggu, 08 Agustus 2010

sekilas aja tentang... PETTY CASH

Kas Kecil / Petty Cash, merupakan akun atau account yang khusus dipergunakan khusus untuk mendanai transaksi-transaksi kecil dan rutin.

Karakteristik Dasar dari Kas Kecil
1) Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah / standar materialitas yang berbeda sesuai dengan skala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )
2) Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari
3) Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.
4) Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).

Prosedur Kas Kecil
Terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil, kas kecil memiliki perananyang penting di dalam operasional perusahaan. Transaksi-transaksi kecil terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahan dipagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari.
Untuk itu, perusahan hendaklah melakukan pengelolaan kas kecil secara baik. Prosedur kas kecil mutlak diperlukan. Tidak ada alas an bagi perusahaan untuk tidak melakukan pengelolaan. Pengelolaan yang tidak memadai atau cenderung buruk akan kas kecil, dapat mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Dapat dibayangkan jika suatu ketika perusahaan kehabisan kas kecil, akan ada banyak pembelian kecil yang tidak dapat dilakukan dengan cepat.
 
Metode yang pali sering digunakan adalah imprest system, sbb:
Pembentukan / Penetapan Batas saldo maksimal dan minimal kas kecil
Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominal yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan.

jurnal:  kas kecil    xxx
                  kas              xxx


Penggunaan Kas Kecil
Bagian yang membutuhkan, seharusnya mengajukan permohonan kas kecil sebelum melakukan pembelian, dan Kasir Kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) Kas Kecil, hanya untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller atau Manajer Keuangan.
Untuk setiap pengeluaran, Kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran Kas Kecil yang ditanda tangani oleh penerima dana (pembayaran). 
 
Setiap pengeluaran kas kecil dicatat di dalam buku kas kecil, kemudian Bukti pengeluaran diarsipkan dengan baik / disimpan di petty cash box namun tidak dilakukan penjurnalan atas petty cash.
 jurnal: - tidak ada - 

Pengisian Kembali Kas Kecil
Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.
Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.
Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan). 
 
Petty cash diisi lagi sejumlah biaya yang telah dikeluarkan sehingga jumlah riil petty cash kembali seperti semula saat pembentukan

jurnal: biaya materai   xxx
          biaya tol          xxx
          biaya pos        xxx
                       kas              xxx

TIPS
: Selalu lakukan penghitungan cepat terhadap fisik kas kecil, setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil. Hal ini aka dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kacil setiap harinya.

Penghitungan Fisik dan Rekonsiliasi Kas Kecil
Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik. Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.
Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.

Rabu, 04 Agustus 2010

Redenominasi atawa Sanering nih?

Rencana redenominasi Rupiah dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) pada hari Senin (2/8/2010) malam. Rencana redenominasi Rupiah ini pasti akan menimbulkan pertanyaan seputar tentang hal itu. Apa itu redenominasi Rupiah? Arti redenominasi Rupiah adalah pengurangan nominal atau penyederhanaan mata uang Rupiah tapi tidak dengan memotong nilai tukar Rupiah tersebut. 
Sebagai contoh redenominasi Rupiah misalnya uang Rp 10.000,- akan menjadi Rp. 10,- (dengan dikurangi 3 digit nominal). Untuk contoh nyatanya, misalnya kita biasa membeli sesuatu dengan harga Rp. 10.000,-, setelah adanya redenominasi Rupiah ini kita jadi membayar Rp. 10,-.
Ada kabar juga bahwa nanti dalam masa sosialisasi redenominasi Rupiah ini akan ada 2 mata uang, Rupiah lama dan Rupiah baru. Repot, karena misalnya di Supermarket pakai sistem Barcode tidak terlalu rumit, tinggal buat 2 barcode, mau bayar pakai Rupiah lama atau Rupiah baru, tinggal scan. Tapi kalau di warung-warung kecil pastinya malah jadi ribet ya. “Mau bayar pakai uang Rupiah lama atau baru?”  “Kembaliannya uang lama atau baru?”  Aduh (doh)
Ya kita nantikan saja redenominasi Rupiah ini yang rencana akan total berlaku pada tahun 2022, dengan masa sosialisasi sejak tahun 2012 (thinking) 


Nah, kalau sanering kita dulu sih udah pernah, yaitu pemotongan nilai uang melalui pemotongan fisik uang itu sendiri.  Implikasinya juga jelas-jelas berbeda. Tak ada nilai tukar yang berubah pada proses redenominasi. Sebaliknya, dengan sanering, nilai tukar uang berkurang. Menjadi kurang daya belinya.