Udah denger soal rencana privatisasi Krakatau Steel?
Krakatau Steel berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.
Please komen, setujukah kamu dengan rencana privatisasi ini? atau malah pengen beli sahamnya? :)
Senin, 01 November 2010
Wilayah dengan beberapa mata uang
Tiap negara mempunyai mata uang masing-masing. Tapi pada prakteknya akan terjadi di suatu wilayah mengakui beberapa mata uang untuk dipakai dalam proses transaksi. Contohnya di Marketing Point Skouw, Muara Tami, Jayapura, Papua, pasar yang terletak paling timur Indonesia.
Di daerah perbatasan sana, masyarakat menggunakan dua mata uang sekaligus untuk bertransaksi.
Untuk menuju pasar tersebut, perlu waktu dua jam perjalanan darat dari Jayapura. Di sana, masyarakat bisa membeli berbagai aneka barang, dari pakaian, anak, aksesoris, hingga kebutuhan pokok.
Banyak alasan yang membuat warga Papua Nugini berbelanja di sana. Dari harga yang lebih murah, sampai kualitas barang yang sangat bagus.
Banyaknya warga Papua maupun Papua Nugini yang berbelanja, membuat transaksi tak selalu menggunakan mata uang rupiah. Tidak sedikit di antara warga yang memakai kina, mata uang Papua Nugini.
Inilah yang membuat pasar tersebut terlihat berbeda dengan tempat transaksi lainnya.
Bahkan di beberapa tempat lain ada yang menggunakan 3 mata uang sekaligus. Bisa kasih contoh?
Di daerah perbatasan sana, masyarakat menggunakan dua mata uang sekaligus untuk bertransaksi.
Untuk menuju pasar tersebut, perlu waktu dua jam perjalanan darat dari Jayapura. Di sana, masyarakat bisa membeli berbagai aneka barang, dari pakaian, anak, aksesoris, hingga kebutuhan pokok.
Banyak alasan yang membuat warga Papua Nugini berbelanja di sana. Dari harga yang lebih murah, sampai kualitas barang yang sangat bagus.
Banyaknya warga Papua maupun Papua Nugini yang berbelanja, membuat transaksi tak selalu menggunakan mata uang rupiah. Tidak sedikit di antara warga yang memakai kina, mata uang Papua Nugini.
Inilah yang membuat pasar tersebut terlihat berbeda dengan tempat transaksi lainnya.
Bahkan di beberapa tempat lain ada yang menggunakan 3 mata uang sekaligus. Bisa kasih contoh?
Langganan:
Komentar (Atom)
