HI GUYS !!!

WELCOME TO MY BLOG !!!

Rabu, 02 Maret 2011

Kebijakan Ekonomi Indonesia. Yang Mana??

Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistim perpajakan, suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian.

Ini ada artikel menarik dari KOMPAS
JAKARTA, KOMPAS — Beberapa pihak menolak disebut sebagai penganut ekonomi neoliberalisme, namun kenyataannya neoliberalisme telah merasuk hampir di seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia.
"Bohong kalau ada yang bilang Indonesia atau seseorang bebas dari neoliberal. Praktik ekonomi neoliberal telah digunakan dalam seluruh praktik investasi, perdagangan, dan keuangan di negara ini," ujar Indah Suksmaningsih, Direktur Eksekutiftif Institute Global for Justice (IGJ), dalam konferensi Pers Pernyataan Sikap IGJ di Jakarta, Selasa (9/8).
Untuk memperkuat argumennya, Indah memberikan beberapa contoh. Yang pertama di bidang investasi, puncak penerapan aturan yang berwatak neoliberalisme adalah dalam undang-undang investasi, yaitu dikeluarkannya UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal (UU PM).
Undang-undang semasa Presiden Susilo Bambang Yudhono ini memberikan fasilitas, intensif, dan kemudahan yang sangat luas kepada penanam modal. "Penguasa tanah diperbolehkan hingga 95 tahun, zaman Hindia Belanda saja batasnya cuma sampai 75 tahun," terangnya.
Contoh kedua penerapan neoliberalisne di Indonesia berada di sektor keuangan. Dengan dikeluarkannya UU No 23/1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana yang telah direvisi dengan UU No 3/2004 menjadikan BI sebagai lembaga independen menjadi dasar dari liberalisasi keuangan. "BI tidak lagi berperan menyalurkan anggaran bagi investasi, akan tetapi hanya menjalankan fungsi moneter, menjaga nilai tukar mata uang, dan inflasi dalam rangka makroekonomi semata," terangnya.
Contoh selanjutnya, berada di bidang perdagangan. Pemerintah telah melakukan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan hampir semua negara maju dan Uni Eropa. Perjanjian perdagangan bebas hampir meliputi semua sektor.
"Apa yang disepakati FTA jauh lebih menyeluruh dibanding dengan WTO karena menyangkut seluruh aspek liberalisasi perdagangan dan jasa. Contoh yang paling baru adalah rendahnya tarif bea masuk pada barang-barang ekspor," papar Indah.
Dan contoh terakhir, lanjutnya, adalah ekonomi nasional yang didominasi modal asing. Ekonomi Indonesia telah digantung dalam utang yang sangat besar, saat ini jumlahnya mencapai 149,14 miliar dollar AS hingga kuartal IV tahun 2008. "Dengan utang sebesar itu, pemerintah dengan mudah disetir oleh pemodal asing dan tidak berani berbuat apa-apa," ujarnya.
"Jelas sudah kalau sekarang kita memang menganut ekonomi liberal, bukan kerakyatan lagi," tegas Indah.

Setujukah? atau anda berpendapat lain?

Bahaya Inflasi 2011

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu

Nah, di awal tahun 2011 ini, kewaspadaan tampaknya perlu ditingkatkan. Karena inflasi yang terjadi justru banyak mengarah pada produk-produk pangan. Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban mencatat, komoditi bahan-bahan pangan menjadi penyumbang terbesar inflasi kumulatif Kabupaten Tuban tahun 2010, yakni sebesar 3,10 persen.
“Naiknya harga cabe yang cukup fantastis menjadi penyebab turut naiknya bahan-bahan makanan lainnya,” jelas Lulus, staf data BPS Tuban, Rabu (12/1/2011).

Inflasi kumulatif Kabupaten Tuban selama 2010 tercatat  5,10 persen, dan merupakan kabupaten dengan angka inflasi terendah di Jawa Timur bersama Kabupaten Tulungagung. Namun kendati demikian, bukan berarti perekonomian Tuban sudah cukup aman. Dimungkinkan waktu-waktu berikut angka inflasi akan terus naik ketika harga-harga berbagai kebutuhan tidak mampu dikendalikan.
“Tapi tren ini tidak hanya terjadi di Tuban. Rata-rata daerah di Jawa Timur mengalami inflasi bahan makanan. Komoditas beras mengalami inflasi sebesar 18,7 persen dan menyumbang sekitar 0,83 persen dari total laju inflasi selama 2010 yang mencapai 6,33 persen di Jatim,” papar Lulus.(sumber: jurnal berita)

Tampaknya Pemerintah perlu turun tangan agar laju inflasi bisa ditekan.  jika faktor produktifitas tidak bisa ditingkatkan lantaran faktor-faktor alam, jalan keluarnya adalah dengan penetapan subsidi untuk produk bahan pangan.
“Faktor cuaca tidak memungkinkan petani meningkatkan produktifitasnya, kalau tidak ada subsidi komoditi pangan, laju inflasi bahan pangan akan semakin tinggi,”

Dampak dari tingginya inflasi bahan pangan, stabilitas ekonomi terganggu, sebab bisa terjadi disparitas atau kesenjangan harga antar komoditas secara mencolok. Harga komoditas makanan bisa jadi sebanding dengan komoditas alat-alat elektronik, padahal cost produksi masing-masing komunitas berbeda. Penyebabnya, nilai komoditas non pangan merosot lantaran masyarakat akan lebih mengutamakan membeli bahan makanan yang menjadi kebutuhan primer dengan mengesampingkan komoditas sekunder seperti alat-alat elektronik tersebut.
Kalau ini terjadi, banyak usaha barang sekunder dan tersier yang bangkrut, lantaran pasar mengalami kelesuan 

Any comment?

Hedge Fund

Udah ada yang pernah denger Hedge Fund??
 Investasi jenis ini makin santer setelah peristiwa krisis surat berharga yang berbasis kredit perumahan (subprime mortgage) yang terjadi baru-baru ini di Amerika Serikat yang dimiliki oleh sejumlah hedge funds managers besar seperti Bearn Sterns.  Peristiwa ini memberikan imbas tidak hanya ke pasar di Amerika Serikat tetapi juga ke pasar Asia dan tentunya Indeks Harga Saham di Indonesia.

Hedge Funds adalah dana dalam jumlah yang besar yang diinvestasikan oleh investor atas dasar kepercayaan yang cukup besar untuk dikelola oleh Manajer Investasi.   Melalui hedge funds ini investor berharap volatilitas dan risiko dapat dikurangi dengan harapan modal yang ditanamkan akan tetap serta memberikan imbal hasil untuk setiap keadaan pasar.
Namun masyarakat sering mengartikan bahwa hedge funds adalah produk investasi yang memiliki volatilitas dan risiko yang tinggi, dengan menggunakan strategi makro global dan ditempatkan langsung seperti sebuah taruhan di dalam saham, valuta asing, obligasi, komoditi atau emas, dengan menggunakan leverage bisa sampai 100 kali.  Disamping itu dengan tidak adanya aturan main maka transparansi operasional dan perlindungan bagi investor sangat kurang.
Sepanjang paruh kedua 2010, 10 perusahaan hedge fund terkemuka di dunia berhasil mengelola dana senilai USD28 miliar (20 miliar euro) milik para investor.

Data yang dirilis perusahaan LCH Investments kemarin menunjukkan, 10 besar perusahaan pengelola dana tersebut menghasilkan laba sekitar USD2 miliar untuk para kliennya. Di antara hedge fund yang disebutkan LCH adalah Goldman Sachs, JPMorgan, Citigroup, Morgan Stanley, Barclays,HSBC. Menurut penelitian LCH, ke-10 hedge fund tersebut menghasilkan total laba sebesar USD182 miliar sejak perusahaan masing-masing didirikan.

Salah satunya adalah perusahaan yang dibuat investor gaek George Soros dengan Quantum Fund-nya. Perusahaan yang didirikan pada 1973 itu tercatat memberikan keuntungan USD35 miliar untuk kliennya. Quantum Fund bersaing ketat dengan perusahaan milik John Paulson, Paulson & Co, yang menghasilkan USD5,8 miliar pada semester kedua 2010. Paulson yang membuat USD- 32,2 miliar bagi kliennya sejak didirikan 1994 adalah salah satu dari beberapa investor yang mengambil keuntungan pada krisis kredit perumahan 2007.

Sementara itu, Reuters melaporkan, Januari lalu para investor kaya di dunia telah menyerahkan hampir USD11 miliar kepada perusahaan dana investasi. Secara keseluruhan, jumlah aset perusahaan investasi global mencapai USD2,5 triliun pada akhir Januari.

Menurut Hedge Fund.net:

 Hedge Fund.net, kinerja bulan lalu merupakan bagian kecil dari meningkatnya dan arus modal dari investor yang cukup positif dan signifikan karena menghasilkan keuntungan sebesar USD6,8 miliar.

Hedge fund biasanya tidak diharuskan melaporkan jumlah dana yang telah dikelolanya. Untuk itu, para investor harus memeriksa sendiri laporanlaporan dari grup-grup seperti HedgeFund.net untuk melihat petunjuk tren yang sedang berkembang di industri keuangan.

Ada yang bisa ngasih contoh Hedge Fund di Indonesia? atau jangan2 ada yang udah inves dalam bentuk Hedge Fund? atau mungkin baru sebatas Mutual Fund (reksa dana)? ayo cerita dong...