HI GUYS !!!

WELCOME TO MY BLOG !!!

Rabu, 02 Maret 2011

Bahaya Inflasi 2011

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu

Nah, di awal tahun 2011 ini, kewaspadaan tampaknya perlu ditingkatkan. Karena inflasi yang terjadi justru banyak mengarah pada produk-produk pangan. Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban mencatat, komoditi bahan-bahan pangan menjadi penyumbang terbesar inflasi kumulatif Kabupaten Tuban tahun 2010, yakni sebesar 3,10 persen.
“Naiknya harga cabe yang cukup fantastis menjadi penyebab turut naiknya bahan-bahan makanan lainnya,” jelas Lulus, staf data BPS Tuban, Rabu (12/1/2011).

Inflasi kumulatif Kabupaten Tuban selama 2010 tercatat  5,10 persen, dan merupakan kabupaten dengan angka inflasi terendah di Jawa Timur bersama Kabupaten Tulungagung. Namun kendati demikian, bukan berarti perekonomian Tuban sudah cukup aman. Dimungkinkan waktu-waktu berikut angka inflasi akan terus naik ketika harga-harga berbagai kebutuhan tidak mampu dikendalikan.
“Tapi tren ini tidak hanya terjadi di Tuban. Rata-rata daerah di Jawa Timur mengalami inflasi bahan makanan. Komoditas beras mengalami inflasi sebesar 18,7 persen dan menyumbang sekitar 0,83 persen dari total laju inflasi selama 2010 yang mencapai 6,33 persen di Jatim,” papar Lulus.(sumber: jurnal berita)

Tampaknya Pemerintah perlu turun tangan agar laju inflasi bisa ditekan.  jika faktor produktifitas tidak bisa ditingkatkan lantaran faktor-faktor alam, jalan keluarnya adalah dengan penetapan subsidi untuk produk bahan pangan.
“Faktor cuaca tidak memungkinkan petani meningkatkan produktifitasnya, kalau tidak ada subsidi komoditi pangan, laju inflasi bahan pangan akan semakin tinggi,”

Dampak dari tingginya inflasi bahan pangan, stabilitas ekonomi terganggu, sebab bisa terjadi disparitas atau kesenjangan harga antar komoditas secara mencolok. Harga komoditas makanan bisa jadi sebanding dengan komoditas alat-alat elektronik, padahal cost produksi masing-masing komunitas berbeda. Penyebabnya, nilai komoditas non pangan merosot lantaran masyarakat akan lebih mengutamakan membeli bahan makanan yang menjadi kebutuhan primer dengan mengesampingkan komoditas sekunder seperti alat-alat elektronik tersebut.
Kalau ini terjadi, banyak usaha barang sekunder dan tersier yang bangkrut, lantaran pasar mengalami kelesuan 

Any comment?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar