Economics Case Study X-001
Tahun 2008, rakyat Indonesia yang sudah susah makin susah akibat kenaikan harga beras dan minyak goreng, dua jenis komoditas yang merupakan kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Ketika harga beras melambung hingga mencapai Rp 7.000, Pemerintah mengantisipasinya dengan menggelas operasi pasar (OP) beras. Ratusan ribu ton beras didatangkan dari Taiwan dengan alasan stok beras dalam negeri terbatas. Kenyataannya OP beras gagal membendung kenaikan harga beras. Bahkan dalam kegiatan OP beras muncul joki-joki bayaran dari pedagang beras besar yang memborong beras OP untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar yang mencekik rakyat. Alhasil, mekanisme OP gagal mengurangi beban rakyat.
Kemudian Pemerintah mengajukan wacana akan menaikkan pajak ekspor CPO (Crude Palm Oil) dari 1,5% menjadi 6,4%. Maksudnya supaya para pengusaha CPO menjual produknya ke pasar dalam negeri supaya harga minyak goreng turun. Rencana itu langsung diprotes, bukan saja oleh pedagang CPO tetapi juga oleh petani kelapa sawit. Para pengusaha CPO yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GPKSI) menilai, kenaikan itu akan menambah beban pengusaha dan petani yang berimbas pada kerugian mencapai Rp 296 Miliar. Bahkan sejumlah pengamat berpendapat menaikkan pajak ekspor CPO bukan solusi karena toh CPO bukan hanya untuk dibuat minyak goreng tetapi juga untuk produk-produk lain.
Fakta ini merupakan ironi bangsa ini. Bagaimana negara agraris bisa kesulitan mengontrol harga beras yang terus naik? Bagaimana juga bisa dijelaskan , dengan jumlah produksi nasional 16 juta ton CPO per tahun dan kebutuhan dalam negeri hanya 4 juta ton setahun, rakyat kita bisa kekurangan stok minyak goreng hingga harga melambung mencapai Rp 12.000. Meski Pemerintah telah mewajibkan tiap pengusaha CPO untuk mendistribusikan produknya ke dalam negeri, namun mereka tetap memilih mengekspornya ketimbang untuk memenuhi kewajibannya di dalam negeri.
Note: Palm oil is an edible plant oil derived from the fruit and kernels (seeds) of the oil palm.
1. Menurut anda, mengapa harga beras dan minyak goreng memiliki kecenderungan terus naik?
2. Menurut anda, mengapa harga beras dan minyak goreng sulit dikontrol Pemerintah?
3. Apakah kejadian di atas berhubungan dengan sistem ekonomi yang kita anut? Jelaskan argumentasi anda!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1. menurut saya harga beras dan minyak goreng terus naik karena terbatasnya jumlah beras dan minyak goreng di pasaran,dan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan beras dan minyak goreng, terbatasnya kedua bahan pokok ini mungkin disebabkan karena gagal panen yang karena perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.
BalasHapus2.menurut saya, hal ini disebabkan karena pemerintah belum bisa memberikan harga yang lebih baik dari harga yang ditawarkan luar negeri, sehingga petani lebih memilih menjual hasil panennya ke perusahaan-perusahaan untuk diekspor, sehingga dapat memperoleh untung lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan modal usaha,hal ini juga disebabkan adanya pihak-pihak yang ingin mengambil untung yang besar dengan mengekspor beras dan minyak goreng.
3. seharusnya ini termasuk sistem ekonomi kerakyatan, karena ada campur tangan pemerintah dan swasta, dan memiliki landasan idiil Pancasila, tapi dalam hal ini, swasta yang lebih berperan karena pemerintah belum bisa memberikan harga dan fasilitas yang baik untuk mencukupi kebutuhan petani.
aileen xd/24
1. Menurut saya, hal ini terjadi karena keterbatasan SDA yang berada di pasaran, sedangkan kebutuhan manusia terus bertambah, seiring berjalannya waktu jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Kelangkaan ini seringkali disebabkan oleh faktor alam yang tidak dapat diprediksi, seperti: cuaca yang tidak menentu dan hama yang kerap menyerang. Selain itu, keterbatasan lahan yang ada membuat pengolahan kedua bahan pokok tersebut menjadi tersendat atau kurang maksimal.
BalasHapus2. Menurut saya, hal ini dikarenakan harga beras dan minyak goreng cenderung dipengaruhi harga yang ada pada pasar dunia. Harga pasar dunia sendiri juga dipengaruhi banyaknya permintaan dan jumlah barang yang tersedia di pasar. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh petani dan pedagang yang lebih memilih mengekspor barang daripada menjualnya di dalam negeri karena tergiur untung yang lebih besar.
3. Tidak, karena hal ini lebih tergantung pada harga pasar dunia dan dari dalam individu itu sendiri (petani dan pedagang)apakah mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dengan mendapat keuntungan lebih atau mementingkan kepentingan bersama demi kesejahteraan masyarakat sebangsa dan setanah air.
Nineke Florensia XH / 20
1. Menurut saya harga minyak goreng dan beras cenderung terus naik disebabkan semakin banyaknya permintaan beras dan minyak goreng di negara kita yang disebabkan karena semakin banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, namun pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya dengan baik. Padahal negara kita adalah negara agraris, yaitu negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, namun hasil alam yang ada di negara kita lebih banyak di ekspor ke luar negeri daripada digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Hal ini juga yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng dan beras sehingga menyebabkan harga minyak goreng dan beras melambung tinggi karena kita harus mengimpor dari luar negeri.
BalasHapus2.Menurut saya harga minyak goreng dan beras sulit dikontrol oleh pemerintah karena kebanyakan petani menyetorkan hasil panennya ke perusahaan - perusahaan besar milik swasta, bukan ke pemerintah langsung. Hal ini menyebabkan perusahaan swasta dapat mengambil untung sebesar - besarnya dari petani dan menjualkan hasil panen petani dengan harga yang sangat mahal ke pemerintah. Ini menyulitkan pemerintah dalam mengontrol harga minyak goreng dan beras.
3. Sistem ekonomi yang kita anut adalah sistem ekonomi kerakyatan. Menurut saya ya ada hubungannya dengan sistem ekonomi yang kita anut. Salah satu ciri sistem ekonomi kerakyatan adalah perekonomian berorientasi global dan kompetitif sesuai dengan kemajuan teknologi. Menurut saya, dengan ciri tersebut, menyebabkan pihak swasta yang mempunyai teknologi yang lebih maju dari pemerintah dapat meguasai pasar lebih dari pemerintah. Contohnya adalah pengusaha CPO lebih memilih untuk mengekspor ke luar negeri padahal sudah dihimbau oleh pemerintah agar memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun pemerintah tidak dapat berbuata apa - apa untuk mencegah pihak swasta.
Vania Kurniawan
XB/29
1. Menurut saya hal ini disebabkan oleh pedagang CPO yang kurang mendistribusikan minyak goreng ke pasar dalam negeri, sebaliknya mereka lebih memilih untuk ekspor minyak goreng, sehingga persediaan minyak goreng dalam negeri pun terbatas.
BalasHapusSelain itu kenaikan harga tersebut, juga disebabkan oleh kecurangan pedagang. Mereka membayar joki-joki untuk membeli beras OP dan menjualnya kembali dengan harga yang tinggi.
2. Beras:karena OP beras yang gagal yang disebabkan joki-joki bayaran pedagang yang bertujuan untuk meraup keuntungan yang lebih banyak.Padahal OP beras ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu. Kemudian ada juga permasalahan keterbatasan beras dalam negeri, dan akhirnya negara mengimport beras luar negeri. Sehingga harga beras dalam negeri pun makin melambung, dan tidak mungkin bagi pemerintah untuk menurunannya sebab nantinya akan banyak pihak yang mengalami kerugian
Minyak : karena pedagang CPO lebih memilih untuk mengekspor minyak goreng dari pada mendistribusikan ke pasar luar negeri. Sehingga pasokan minyak goreng dalam negeri menjadi langka sehingga melambunglah harga di pasaran.Dan jika pemerintah menurunkan harganya, maka para pedagang akan mengalami kerugian. Tapi jika pemerintah menaikan pajak ekspor yang bertujuan untuk menurunkan harga minyak dalam negeri, maka petani dan pedagang CPO lah yang akan keberatan, sebab mereka akan rugi
3.Ya, sebab masalah ini termasuk di bidang ekonomi, dan pemerintah serta swasta akan bersama-sama menjalankan sistem ekonomi kerakyatan yang dilandasi pancasila.Walaupun demikian, nampaknya dalam masalah ini pemerintah kurang berperan,sehingga swasta menjadi lebih berperan. Misalnya saja CPO yang lebih memilih mengekspor minyak goreng. Semestiny, jika peran negara lebih besar maka CPO akan melaksanakan himbauan pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng ke pasaran dalam negeri
Lim, Edria Kosasih/XA/18
1. menurut saya kenaikan beras dan minyak goreng disebabkan oleh kelangkaan barangnya sendiri, mungkin akibat dari cuaca yang tidak menentu pada akhir-akhir ini,sehingga mengakibatkan kegagalan panen yang menyebabkan kelangkaan barang, sehingga membuat harga beras dan minyak goreng cenderung naik. Serta akibat beberapa ulah oknum pedagang yang membayar joki- joki untuk membeli beras subsidi, lalu menjualnya kembali, hal ini membuat seolah-olah harga barang menjadi naik.
BalasHapus2. karena 2 barang tersebut merupakan bahan pangan pokok yang sebagian besar d konsumsi oleh masyarakat Indonesia, serta permintaan dari konsumen yang sangat banyak, membuat barang menjadi langka dan harganya pun tidak bisa dikontrol oleh pemerintah.
3.Ya, karena dalam masalah ini sistem ekonomi yang kita anut adalah sistem ekonomi kerakyatan, karena pemerintah juga ikut campur tangan dalam masalah ini.
semestinya pemerintah harus bisa mengontrol pihak swasta yang menjalankan usaha, hal ini agar rakyat Indonesia dapat menikmati hasil alamnya sendiri, dan tidak banyak d ekspor ke luar negeri seperti dalam kasus di atas.
Hans Christian
XB/13
1. Beras memiliki kecenderungan harga yang terus melonjak dikarenakan Stok beras yang makon sedikit, sedangkan permintaan masyarakat yang terus melonjak. Pada akhir-akhir panen beras pun terus menurun sehingga akhirnya terjadi kelangkaan beras. Pasokan gabah maupun beras dari petani terus menurun karena saat ini baru mulai musim tanam.selain stok yang menipis, sepekan terakhir terjadi aksi borong beras oleh masyarakat. Hal itu terjadi karena berkembang kabar stok beras di pasaran akan langka. Diungkapkan, aksi borong itu terlihat dari volumen penjualannya. Pada hari-hari biasa, dia hanya mampu menjual beras dalam kisaran 2 hingga 2,5 ton. Namun, sepekan terakhir penjualannya berlipat antara 4 hingga 6 ton per hari. Mendag Mari Elka mengatakan, panen padi pertama tahun ini memang hasilnya lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pasokan beras menurun dan harga menjadi naik.
BalasHapusHArga minyak goreng terus naik karena harga bahan baku CPO naik.harga CPO di dalam negeri memang tren naik mengikuti harga ekspor.
Harga ekspor CP0, kata dia, berada di kisaran 800 dolar AS per metrik ton sehingga diperkirakan harga jual bisa mencapai 1.000 dolar AS per metrik ton pada semester I tahun ini.
Kenaikan harga CPO itu sendiri dipicu pasokan ketat minyak nabati di luar sawit maupun sawit sendiri ditengah permintan yang semakin membaik setelah krisis global mulai bisa diatasi.
2. Karena beras yang dijual di pasaran stock nya sangat sedikit sehingga membuat pemerintah semakin bingung untuk mengontrol masalah tersebut, sedangkan pemerintah sudah berusaha menanggulanginya, tetapi gagal oleh pihak swasta. Kemudian, karena fluktuasi harga minyak goreng sudah sangat sulit untuk dikontrol, karena seharusnya harga minyak goreng harusnya mencapai harga 60 dolar AS, pada saat ini harga pernah menyentuh harga 100 dolar AS. dan nilai kurs rupiah terhadap dollar yang sekarang semakin tinggi yaitu mencapai Rp. 9.300,00 Sehingga makin sulit membuat pemerintah untuk mengontrol kenaikan harga minyak goreng dan beras.
3. Ya, termasuk dalam sistem ekonomi kerakyatan karena pemerintah dan swasta ikut campur tangan.
Campur tangan pemerintah yaitu: pemerintah sudah mendirikan Operasi Pasar agar para masyarakat dapat membeli beras dengan harga murah, Tetapi para joki-joki bayaran dari pedagang beras membeli beras dengan jumlah yang besar kemudian dijual ke masyarakat dengan harga yang sangat tinggi agar memperoleh banyak keuntungan. Pedagang-pedagang beras itu termasuk dalam perusahaan swasta. Para perusahaan swasta pun lebih mementingkan hasil panen'nya untuk diekspor sehingga meyusahkan para masyarakat yang membutuhkan beras dan minyak goreng.
The Merrylisa Christefanie
XD-26
1.Harga beras dan minyak goreng menurut saya akan terus meningkat,salah satunya dikarenakan barang-barang tersebut adalah barang-barang pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita.Dengan banyaknya permintaan masyarakat sedangkan SDAnya terbatas,ini sangat memungkinkan harga barang-barang di atas untuk melonjak naik.Beberapa pertimbangan juga menjadi faktor penentu kenaikan harga beras dan minyak goreng di pasaran.Misalnya beras yang terkadang mengalami gagal panen padahal permntaan masyarakat akan beras sangat tinggi,mesin-mesin pengolah beras dan minyak goreng yang berharga mahal,tenaga kerja yang banyak, harga bahan baku CPO yang mengikuti harga ekspor,dll.
BalasHapus2.Karena kebanyakan dari petani-petani kita yang tidak langsung menyetorkan hasil panennya ke pemerintah tetapi mereka lebih memilih menyetorkan hasil panennya ke perusahaan swasta karena tergiur keuntungan yang lebih besar.Selain itu kenaikan harga minyak goreng juga dipengaruhi kisaran harga minyak goreng di dunia.
3.Ya,karena di masalah ini pemerintah dan swasta ikut berperan. tetapi nampaknya peran pemerintah lebih kecil dibandingkan dengan peran perusahaan swasta yang lebih mendominasi.Misalnya saja,pemerintah tidak mencegah CPO yng lebih memilih mengekspor minyak goreng.Ini menunjukan betapa lemahnya peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi di negara kita.
Natasya Emanuella
Xa - 24
1.Menurut saya harga beras dan minyak goreng yg memiliki kecenderungan terus naik karena berkurangnya lahan utk menanam kelapa sawit & padi,itu mengakibatkan stok beras & minyak goreng terbatas,tetapi kebutuhan masyarakat yg terus melonjak,mungkin itu menjadi salah satu penyebab utama harga beras & minyak goreng semakin melonjak.
BalasHapus2.Menurut saya harga beras dan minyak goreng sulit dikontrol Pemerintah karena mungkin Pemerintah belum bisa memberikaan harga yg bisa di jangkau oleh masyarakat. Dan juga petani tdk langsung menyetorkan hasil panennya kepada Pemerintah, tetapi mereka lebih memilih menjualnya kpda perusahaan2 yg mengekspor beras,karena harga yg d tawarkan juga lebih tinggi di bandingkan di
jual di Indonesia.
3.Tidak, karena petani maupun pedagang lebih mementingkan keuntungannya sendiri
Tania Juliani
XC-26
1.menurut saya,hal tersebut dapat terjadi karena pemerintah kurang peduli terhadap sektor pertanian di indonesia.Pemerintah hanya tutup mata,tidak mau tau dan tidak mau urusan.sehingga menyebabkan banyaknya gagal paneh ataupun rusaknya lahan pertanian.Padahal negara kita ini memiliki banyak sekali potensi di bidang pertanian.Selain memiliki tanah yang subur negara ini punya SDA yg berlimpah,hanya saja tidak dapat mengolah dengan baik.terlihat dari contoh di atas.
BalasHapus2.Harga minyak dan beras yg naik disebabkan tidak di kontrolnya penanaman padi di sejumlah daerah,tidak ada perhitungan luas lahan dan jmlah penduduk,sehingga tidak dapat mencukupi kbutuhan dalam negeri,yang terjadi hanya ad import beras dari luar saja.membuat harga beras semakin melambung.
3.ada,sistem perekonomian kita ini sebenarnya sngt baik,tetapi jika salah menjalankan membuat berat sebelah.jika beras dan minyak menjadi tanggung jawab pemerintah akn lebih baik dari pada menjadi tanggung jwb swasta,karena swasta akn memberikan harga yg tinggi.jika pemerintah yg memegangnya akn dapat mengontrol harga dan jumlah produksi,selain itu jika terjadi gagal pnen,tida terlalu berat bgi petani.
ellyzabeth
XB
9
1. Menurut saya, hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor yang disebabkan oleh pemerintah dan swasta, dari faktor pemerintah: pemerintah kurang tegas dalam melaksanakan undang-undang mengenai lahan pertanian. Bisa dilihat dari banyak sawah dan lahan kelapa sawit yang beralih fungsi menjadi perumahan. Pemerintah pun juga kurang bisa memperhatikan kepentingan rakyat kecil dan kurang sesuai dalam memberi harga”. Seperti pupuk yang harganya menaik. Apabila pupuk semakin naik dan petani tidak kuat membeli, maka panen pun hasilnya jelek. Karena gagal panen juga mempengaruhi hasil produksi. Pemerintah pun tidak bisa memanfaatkan lahan” kosong yang tersebar di indonesia ini.
BalasHapusKalau dari faktor swasta: banyak pihak swasta yang memilih mengekspor beras dan CPO keluar negri karena lebih menguntungkan harganya. Bahkan banyak juga pihak swasta yang memonopoli harga. Dengan begini rakyat mikro akan dirugikan dan kebtuhan dalam negri tidak terpenuhi.
Penduduk Indonesia semakin padat, otomatis kebutuhan makin banyak. Namun produksi barang tidak bisa ditingkatkan kuantitasnya karena faktor” diatas. Maka harga” bahan” tersebut akan cenderung terus naik.
2. Karena pemerintah tidak tegas dalam mengawasi pihak” swasta tersebut. Subsidi pupuk yang katanya teori berhasil, namun gagal. Karena dari atas ke bawah melalui bebrapa proses, sayangnya di Indonesia proses tersebut kurang jujur. Pupuk ada yang dikorup dan dijual mahal oleh para joki” yang menyebabkan harga sulit terkontrol. Pemerintah pun dalam menjual peralatan tani tidak sesuai dengan kemampuan rakyat. Dan memang kurang ada penyuluhan” yang akhirnya para petani tidak bisa meningkatkan produksinya.
3. sistem ekonomi Indonesia adalah kerakyatan. Teorinya bagus memang. Namun prakteknya tidak berjalan dengan baik. Swasta kelihatannya bisa mengalahkan pemerintah karena pemerintah kurang tegas dalam hukum. Sehingga ada perdagangan gelap oleh pihak swasta keluar negri. Lagipula banyak pihak pemerintah yang tidak jujur. Banyak pemerintah yang korupsi dan memakan uang rakyat sehingga rakyat pun hidup menderita.
Kalau mau sukses, pemerintah harus nggenah dulu, sehingga mempunyai kekuatan dalam mengendalikan pihak swasta agar kegiatan ekonomi swasta tidak semata” mencari untung namun juga ditujukan untuk memenuhi kepentingan rakyat. Akhirnya fakta diatas tidak akan terjadi lagi.
Yoanes MV(sinyo)
18/XC
great!! good job all!
BalasHapusis it only you 11 persons want a bonus score??!
1. Menurut saya, harga minyak goreng & beras selalu bertambah naik karena kedua barang tersebut merupakan produk utama yang diperlukan bagi manusia. Baik minyak goreng & beras selalu diincar oleh tiap orang untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari - hari. Akan tetapi minyak & beras tidak dapat diproduksi secara cepat karena harus membutuhkan proses yang sangat lama untuk memproduksinya sehingga baik pemerintah maupun swasta berupaya untuk membatasi pembelian minyak goreng & beras secara berlebihan dengan cara meningkatkan harga minyak & beras itu sendiri sehingga masyarakat harus mencari cara sendiri untuk memperoleh minyak & beras demi keperluannya sehari - hari.
BalasHapus2. Harga minyak goreng & beras sangat sulit dikendalikan pemerintah karena sebagian besar produksi minyak goreng & beras jatuh ke tangan swasta sehingga menimbulkan persaingan harga yang tidak sewajarnya yang berakibat menimbulkan kemiskinan bagi warga yang tidak mampu membeli minyak goreng & beras. Oleh karena itu pemerintah sulit untuk mengendailkan harga minyak goreng & beras karena hasil produksi kebanyakan jatuh ke tangan para swasta.
3. Tidak. Ini berhubungan dengan lalainya pengawasan pemerintah terhadap pendistribusian minyak goreng & beras ke masyarakat sehingga menimbulkan peluang bagi pedagang - pedagang "nakal" untuk meraup keuntungan dari penjualan minyak goreng & beras tersebut yang akhirnya menimbulkan kekacauan dalam pemerintahan tersebut.
Aaron Shan N.
XA / 1
1.Menurut saya, harga beras dan minyak goreng terus naik karena terbatasnya jumlah permintaan masyarakat mengakibatkan harga beras dan minyak goreng semakin mahal. Dan seiringnya berjalan waktu dapat disebabkan dengan faktor kelangkaan seperti : keadaan yg tidak menentu. Akibatnya harga terus naik
BalasHapus2.Menurut saya karena pemerintah tidak mengetahui bahwa petani-petani tersebut mengirimkan beras dan minyak goreng kepada joki. Sehingga harga pun tidak bisa d kontrol oleh pemerintah. Alhasil harga tersebut dapat mencekik masyarakat apabila harga terus naik.
3.Ya, karena sistem ekonomi yang kita anut adalah sistem kerakyatan. Jadi pemerintah dan swasta harus ikut campur dalam masalah ini tidak terpisah-pisah sendiri, seperti petani dan pedagang yang mengambil keuntungan sendiri.
Pamela Gracesia Satyawan
XB/21